Monday, April 9, 2012

Teratai


TERATAI


From : Anjar
Ran, gmn kbr Rafael, kt Lily dy flu ya. Jgn lupa ksh obat, klo bandel bw sini aj dperiks


Kirana menutup kembali Blackberry sliding-nya setelah membaca pesan dari Anjar tanpa ada niat membalasnya. Palingan juga dia bakalan nge-ping sehabis melihat pesan yang dia kirim berubah dari ‘D’ menjadi ‘R’ tanpa ada respon. Mungkin dia akan melakukannya hingga puluhan kali seperti yang dulu selalu dia lakukan dan hanya akan berhenti setelah Kirana membalas paling tidak satu kata. Dulu dia selalu khawatir karena hal ini akan berakhir dengan pertengkaran tapi sekarang dia tidak peduli. Toh sejak dia dan Anjar bercerai, dia tidak harus lagi mengikuti sikap Anjar yang berlebihan terhadap dirinya.
Sikap berlebihan itu mungkin bisa diterima olehnya, tapi Kirana mulai tidak bisa menerima ketika Anjar menerapkan sikap itu pula pada Rafael, anak mereka satu-satunya.

Friday, December 9, 2011

Tipu Muslihat


Kaki kecil itu menaiki anak tangga
Gemeretak yang tak bisa dihindari ketika pelan dia terinjak
Matanya menatap langit-langit laba
Anak kecil yang penasaran ketakutan

Turun dan lari ataukah terus naik?
Dia terus naik
Anak yang pemberani

Saturday, October 15, 2011

Sandra dan Tirta



"Satu.... Dua ...Tiga" Sandra berhitung seiring derap langkah Tirta yang berjalan risih didepannya
"Stop doing that!" Bentaknya
"Hihi..." Sandra hanya tertawa renyah
"Kau jalan duluan!" paksanya sambil menunjuk arah didepannya
Sandra menggeleng
"Kau menggaggu sekali sih menghitung langkahku"
"Aku suka berada dibelakangmu dan menghitung langkahmu, lalu mengikutinya. Bukankah itu yang selalu kita lakukan sejak kecil"
"Ayolah San, Seventeen years later, okay!"
Sandra mengerutkan dahinya. Dia terdiam.

Wednesday, October 5, 2011

Metafora Seorang Kekasih


Hati dan akal berkelahi
Berjibaku emosi tanpa ada yang mewasiti
Saling melawan
Semakin rawan
Panggilan cinta itupun mengundangnya kembali untuk berkata-kata

Tuesday, October 4, 2011

KISAH SEPASANG SEMUT


Pada suatu hari mereka dipertemukan. Dan dihari lain mereka dipisahkan. Bukan oleh siap-siapa, tapi oleh takdir yang sebelumnya mereka coba lawan.
 
Namanya Ant, dia adalah seekor semut bersayap.
Namanya Ants, dia adalah seekor semut hitam.
Mereka bersama dilubang yang sama. Bersahabat dan mencari gula sambil tertawa. Persahabatan yang membahagiakan meskipun keduanya berbeda.
Pada suatu malam dibawah cahaya bulan yang remang-remang bak lampu neon lima watt yang hidup segan mati tak mau, Ants mendekat pada Ant. Dia tersenyum seperti seorang malaikat yang sangat menyentuh hati.

Para Pengecut Penuduh

kabut-kabut malang yang selalu dipersalahkan ketika hati salah memandang
Wangi-wangi polos yang selalu dituduh ketika salah mengira
dan alasan-alasan yang tidak pernah tahu menahu mengapa mereka dibuat untuk menutupi kesalahan yang sebenarnya tidak perlu
Kasihan memang …
Dan biarkan malam ini mereka bersama menikmati minggu terakhir menuju minggu malang selanjutnya bersama para pengecut penuduh!

Awan dan Kepala



segumpal awan hitam menyapa kepala yang penuh benci
Ia kebingungan untuk turunkan hujan atau birakan petir membuat api
panas tapi dingin
dia ingin meledak
sekumpulan serangga bersembunyi dibalik daun

membatalkan semua janji makan bersama
hibernasi gagal
kepala memilih api dan awan memilih hujan
panas katanya
dingin katanya
merekapun pada akhirnya kembali kerumah masing-masing