Kaki kecil itu menaiki anak tangga
Gemeretak yang tak bisa dihindari ketika pelan dia terinjak
Matanya menatap langit-langit laba
Anak kecil yang penasaran ketakutan
Turun dan lari ataukah terus naik?
Dia terus naik
Anak yang pemberani
kabut-kabut malang yang selalu dipersalahkan ketika hati salah memandang Wangi-wangi polos yang selalu dituduh ketika salah mengira dan alasan-alasan yang tidak pernah tahu menahu mengapa mereka dibuat untuk menutupi kesalahan yang sebenarnya tidak perlu Kasihan memang … Dan biarkan malam ini mereka bersama menikmati minggu terakhir menuju minggu malang selanjutnya bersama para pengecut penuduh!
segumpal awan hitam menyapa kepala yang penuh benci Ia kebingungan untuk turunkan hujan atau birakan petir membuat api panas tapi dingin dia ingin meledak sekumpulan serangga bersembunyi dibalik daun membatalkan semua janji makan bersama hibernasi gagal kepala memilih api dan awan memilih hujan panas katanya dingin katanya merekapun pada akhirnya kembali kerumah masing-masing