Friday, December 9, 2011

Tipu Muslihat


Kaki kecil itu menaiki anak tangga
Gemeretak yang tak bisa dihindari ketika pelan dia terinjak
Matanya menatap langit-langit laba
Anak kecil yang penasaran ketakutan

Turun dan lari ataukah terus naik?
Dia terus naik
Anak yang pemberani



Kaki kecil itu masih menjejak
Anak tangga itu masih bergemeretak
Gumpalan sarang semakin mendekat
Sebuah alunan musik langsung cemar hikmat

Awalnya kukira ini kisah horor
Ternyata hanya anak kecil yang terlalu ingin tahu
Aku pikir ini kisah tentang aku
Ternyata hanya sebuah episode dimana aku duduk dengan popcorn dan seseorang disampingku
Lalu semuanya menghilang seiring episode itu berlalu

Awalnya kukira ini kisah horor
Yang ketika pintu dibuka sebuah bayangan hitam menerjang
Ternyata ini cuma kumpulan opera sabun yang lebur
Seperti balon-balon yang pecah dan dinyanyikan kembali dari awal

Semua film horor adalah tipu muslihat
Tapi mentipumuslihatkan sebuah tipu muslihat
Seperti menyuguhkan film horor tanpa hantu atau pembunuh
Kosong dan aku kecewa

Kamu ternyata hanyalah tipu muslihat
Sebuah ketakutan yang aku sukai
Namun ternyata juga tidak aku sukai
Menggoda dengan gemeretak anak tangga
Dan hilang begitu saja tanpa klimaks ketakutan
Kamu ternyata hanya tipu muslihat

Aku lihat lagi kelangit-langit
Sebuah wajah dengan gigi-gigi hitam tersenyum padaku
Ini bukan horor
Dan aku tidak takut

Film berakhir, dan aku pergi dengan kebencian....

No comments:

Post a Comment